Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.

Tuesday, 26 March 2013

Sebelum Ku Pergi





Sebelum ku pergi,
Ku pahat puisi sebagai pengganti,
Kerna amat sukar meluah rasa,
Seindah budi sehalus bicara,
Madah ku utus sebagai tanda.

Sebelum ku pergi, 
Mekarlah wahai serumpun bunga damai,
Disiram air nurani,
Dibaja kemanusiaan,
Mencambahkan pucuk bahagia,
Memikul bebuah kebahagiaan ranum,
Jangan kau sapa lagi wahai mortar,
Meratah rakus jiwa manusia.

Sebelum ku pergi,
Tak ku harap ramai teman di sisi,
Seorang pun sudah mencukupi,
Yang bisa mengingatkan diri ini,
Tujuan aku menjejak bumi,
Kau tak segera mengundur diri,
Tak memesongkan malah mengajari,
Tak menindas malah melindungi.

Sebelum ku pergi,
Ku ingin kau mengetahui,
Duhai dua cinta ku yang telah mati,
Betapa hati ini melonjak merindui,
Namamu di bibir sentiasa meniti,
Sejak kau berlalu pergi,
Sebuah harapan menggunung di hati,
Moga berjumpa kita di sana nanti.

Sebelum ku pergi,
Harap dapat kuhirup,
Pemberian kemaafan,
Penamat salam,
Melabuh tirai,
Satu perhubungan.

Sebelum ku pergi,
Inginku miliki semua,
Hati kudus manja,
Seorang insan bernama lelaki,
Rela meluah bahagia,
Menelan duka nestapa,
Menyejukkan jiwa kedukaan,
Menaikkan semangat dengan alunan melodi indah,
Di bawah payung Ilahi.

Sebelum ku pergi,
Pilihlah aku sebagai tetamuMu,
Di bumi yang dilimpahi barakah,
Berhimpun melaksanakan rukun Islam kelima,
Bermunajat mengharap cinta dariMu,
Menadah bekas-bekas syahdu,
Mengumpul bau harum rumahMu.

Sebelum ku pergi,
Sebelum lidahku kaku dan kelu,
Kutabur bunga impian,
Izinkan ku bisa berkata,
Sebaris kalimah terulung,
Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah,
Agar tenang aku di sana.

Nurlina Nordin
26 Mac 2013

Friday, 15 March 2013